Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Raih Kalpataru, Nelayan Wongsorejo Terima Penghargaan di Depan Jokowi

Home / Peristiwa / Raih Kalpataru, Nelayan Wongsorejo Terima Penghargaan di Depan Jokowi
Raih Kalpataru, Nelayan Wongsorejo Terima Penghargaan di Depan Jokowi Ketua Kelompok Nelayan Samudera Bakti Ikhwan Arief (tengah) dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (batik biru) di Jakarta (Foto : Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Berkat kegigihan melakukan konservasi 15 hektare area laut di desanya, Kelompok Nelayan Samudra Bakti dari Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menerima penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) RI.

Penghargaan Kalpataru Kategori Penyelamat Lingkungan itu diserahkan Menteri LHK Siti Nurbaya kepada Ketua Kelompok Nelayan Samudra Bakti, Ikhwan Arief pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2017, di hadapan Presiden Joko Widodo, di Gedung Mandala Wanabakti, Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Melalui sambungan seluler kepada TIMES Indonesia, Ikhwan Arief mengatakan penghargaan Kalpataru tersebut merupakan hasil kerja 200 anggota Kelompok Nelayan Samudera Bakti.

Menurut Ikhwan, kelompok nelayan itu berjuang untuk memperbaiki kehidupan ikan dan terumbu karang di perairan Bangsring yang mengalami kerusakan parah akibat puluhan tahun penangkapan ikan dengan menggunakan bom dan potas.

"Sejak dulu sebagian besar nelayan desa kami adalah nelayan ikan hias. Mulai tahun 1960-an mereka menangkap ikan hias menggunakan potas dan bom. Ditambah pengambilan karang secara besar-besar sebagai bahan membuat kapur bangunan yang menyebabkan terumbu karang di perairan Bangsring rusak parah dan ikan hias jadi sulit ditemukan," jelas Ikhwan. 

Keberadaan kelompok nelayan Samudra Bakti ini mampu membuat perubahan. Pola tangkap nelayan setempat menjadi lebih ramah lingkungan, dan membuat kawasan konservasi.

Kelompok nelayan ini sudah sepuluh tahun melakukan penanaman ulang terumbu karang dalam ribuan rak paralon PVC. Mereka juga membangun apartemen ikan untuk memperbaiki ekosistem ikan di Laut Bangsring.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, yang turut hadir dalam acara tersebut berterima kasih kepada para nelayan yang telah memberikan sumbangsih nyata terhadap masyarakat Banyuwangi.

“Ini adalah bentuk partisipasi rakyat dalam memajukan daerah. Apalah arti pemerintah tanpa peran masyarakat. Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi bagi kelompok masyarakat lainnya untuk bersama-sama berkontribusi bagi Banyuwangi,” kata Bupati Anas. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com