Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,338 • USD → IDR Beli: 13,352
  • EUR → IDR Jual: 14,126 • EUR → IDR Beli: 14,145
  • HKD → IDR Jual: 1,718 • HKD → IDR Beli: 1,720
  • JPY → IDR Jual: 117 • JPY → IDR Beli: 117
  • AUD → IDR Jual: 10,210 • AUD → IDR Beli: 10,226
  • SGD → IDR Jual: 9,371 • SGD → IDR Beli: 9,387
  • Emas Jual → 548,000 • Emas Beli → 523,000
  • Perak Jual → 10,900
  • Update Tanggal 07-03-2017

Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan, Pemerintah Gelar Zikir Akbar

Home / Peristiwa / Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan, Pemerintah Gelar Zikir Akbar
Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan, Pemerintah Gelar Zikir Akbar ILUSTRASI: Zikir Akbar (Foto: Poskota)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pemerintah menggelar zikir akbar untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Zikir Akbar yang mengusung tema “Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan” tersebut berlangsung di Halaman Istana Merdeka, Selasa (1/8) malam.

Dalam sambutanya, Presiden Jokowi mengingatkan kembali untuk meneguhkan komitmen menjaga persatuan, menjaga kerukunan dan toleransi, serta kerja bersama. Kerja beriringan antara ulama dan umaro untuk kemajuan negara kita Indonesia.

“Persatuan, kerukunan, dan kerja sama inilah keunggulan bangsa kita. Dengan dasar negara Pancasila, kita saling menghargai antar kelompok dan golongan. Dengan Pancasila, Indonesia yang majemuk ini bisa bersatu-padu, bisa hidup rukun, saling menghargai dan saling kerja sama,” kata Presiden.

Beberapa ulama dari Sabang sampai Merauke hadir dalam acara tersebut.

Tampak Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga hadir dalam acara tersebut.

Melengkapi rangkaian doa dalam acara zikir Akbar tersebut, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) menyampaikan doa kebangsaannya.

Ya ilâhana, Agustus syahrul mu‘azzham ‘indanâ wa syahrul mu‘azzham ‘indaka (Agustus adalah bulan agung bagi kami dan bulan agung bagi-Mu),” panjat doa Mbah Moen saat menengadahkan tangannya.

"Pada bulan Agustus Kaukirim utusan-Mu. Pada bulan Agustus ini Kauberikan pada kami nikmat hurriyah (kemerdekaan) wal istiqlal (berdikari). Kami sudah merdeka 72 tahun lalu," tambahnya.

Mbah Moen juga meminta kepada Allah SWT untuk memberikan kekuatan kepada para pemimpin Republik Indonesia.

“Ya Allah, keberagaman Indonesia adalah nikmat-Mu. Semua ini meski berbeda-beda pada hakikatnya adalah satu, sesuai dengan firman-Mu li ta‘ârafû (untuk saling memahami). Kami berbeda-beda suku, ratusan bahasa, dan berbeda agama,” tegas Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang ini.

Dia juga memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia dijauhkan dari perpecahan dan pertikaian sesama anak bangsa. (*)

Berita Terkait

Komentar

301 Moved Permanently

Moved Permanently

The document has moved here.

Terpopuler

Top
Wawanita.com satriamedia.com